Jagat dunia maya selama 4 hari ini dihebohkan dengan unggahan foto klepon yang bercaption, " Klepon tidak Islami, mari tinggalkan jajanan yang tidak islami dan dengan membeli jajanan Islami, aneka produk kurma tersedia di toko syariah kami @Abu Ikhwan Aziz".
Tak pelak unggahan itu pun viral dan banyak pula netizen yang ikut membagikan sehingga timbul pro dan kontra di antara mereka. Tak jarang pula yang menganggap bahwa ini hanyalah konspirasi dari oknum-oknum yang ingin menjelekkan citra Islam dan orang-orang yang berusaha mendakwahkan Islam kaffah.
Advertorial : Buat aneka klepon, minuman dan makanan dengan Gula Aren Premium Arenau, yang diolah murni tanpa bahan kimia
SEGI PEMILIHAN NAMA "TOKO SYARIAH"
Foto Klepon Tidak Islami ini berusaha untuk menggiring opini netizen bahwa yang mengunggah adalah sebuah toko online bernama @Abu Ikhwan Aziz, dimana digambarkan seolah-olah merupakan orang yang selama ini getol memperjuangkan syariah.
Dari segi pemilihan nama toko saja sebenarnya sudah ketahuan betapa "Bodohnya" pembuat isu Klepon Tidak Islami ini, justru makin membuktikan kalau yang memproduksi foto Klepon Tidak Islami ini sama sekali tidak mengerti Islam. Karena jelas, ketika orang yang mengerti Islam dan Syariah dia tidak akan memilih menggunakan nama toko Abu Ikhwan Aziz.
Abu itu dalam bahasa Arab berarti bapak, Ikhwan berarti Saudara, Aziz maksudnya adalah Al Aziz artinya Yang Maha Perkasa ( salah satu Asmaul Khusna Allah SWT ). Maka arti dari Nama Abu Ikhwan Aziz adalah Bapak Saudara Yang Maha Perkasa. Nama macam apa itu?.
Rangkaian nama ini jelas tidak mungkin digunakan oleh orang yang paham Islam, paham Syariah, atau aktifis Islam. Orang yang paham syariah dalam pemberian nama pasti tahu nama Aziz itu wajib didahului dengan kata Abdun ( hamba ), misal Abdul Aziz yang berarti Hamba Allah Yang Maha Perkasa. Jadi kesimpulannya, nama Abu Ikhwan Aziz itu jelas dibuat oleh orang yang tidak paham syariah bahkan tidak paham Islam.
Advertorial : Buat aneka klepon, minuman dan makanan dengan Gula Aren Premium Arenau, yang diolah murni tanpa bahan kimia
ANALISA DRONE EMPRIT
Bapak Ismail Fahmi pemilik Drone Emprit mencoba menganalisa siapa pengunggah pertama dan yang pertama kali memviralkan foto Klepon Tidak Islami tersebut dan beliau lalu jelaskan hasilnya dalam kultwit yang cukup panjang dengan analisa beliau, bisa di simak di akun twitter @ismailfahmi.
Hasilnya adalah salah satu akun yang pertama kali mengunggah foto tersebut adalah akun Instagram @kerjabersama_2periode, dengan caption " Kadrun kalau dibiarin makin ngelunjak". Akun tersebut diduga adalah akun pendukung rezim. Lalu dari jagat Twitter, Drone Emprit menemukan tiga akun yang paling pertama kali mengunggah Foto Klepon Tidak Islami yaitu @zsumarsono, @woelannnn dan @jumianto_RK, dengan caption tidak jauh-jauh dari narasi "Kadrun" ( sebutan pendukung rezim untuk kaum oposisi dan aktifis Islam ).
Beberapa netizen juga berusaha mencari Toko Kurma dengan nama Abu Ikhwan Aziz, baik akun Instagram, Twitter, maupun website yang bisa berhubungan dengan unggahan foto tersebut, namun mereka mengaku tidak menemukannya. Walaupun belakangan tiba-tiba muncul sebuah akun Instagram dengan nama Abu Ikhwan Aziz dengan profil penjual kurma online.
Maka kesimpulannya unggahan Klepon Tidak Islami justru datang pertama kali dari kubu pendukung rezim penguasa.
UPAYA PENDISKREDITAN ISLAM
Unggahan Foto Klepon Tidak Islami diduga kuat merupakan upaya pendiskreditan Islam dengan cara-cara murahan. Mereka oknum-oknum yang sengaja mengunggah foto tersebut guna menggiring opini masyarakat agar membenci para aktifis Islam dan juga kaum oposisi, dengan membenturkan antara makanan Nusantara ( Klepon ) dengan Kurma yang berasal dari Timur Tengah, sehingga diharapkan masyarakat akan memusuhi dan membenci Islam itu sendiri yang notabene berasal dari Arab.
Namun oknum-oknum itu salah, karena unggahan itu hanya diamini oleh kubu pendukung rezim yang tentunya tak punya pemahaman Islam yang benar. Karena umat Islam pasti tahu bahwa makanan dan minuman itu hukumnya halal dan haram, sedangkan masalah Islami atau tidak itu adalah masalah akidah. Umat Islam tak akan percaya isu sampah Klepon Tidak Islami tersebut.




Komentar
Posting Komentar